“Masuk jurusan DKV di SMK Pertiwi Cilimus awalnya cuma karena suka gambar. Eh, taunya gambar doang nggak cukup—harus mikir konsep, warna, tipografi, sampai revisi yang kadang lebih banyak dari tugasnya. Tapi justru itu serunya!
Guru-gurunya sabar banget, terutama waktu saya nanya hal yang sama tiga kali dan tetap dikasih senyum, bukan lemparan penggaris. Temen-temennya juga kreatif parah—kadang idenya bikin kagum, kadang bikin saya bertanya-tanya ‘ini masih DKV atau stand-up comedy?’
Fasilitasnya lengkap, tapi yang paling sering saya pakai tentu saja… kursi buat mikir nasib pas deadline mepet.
Pokoknya, sekolah di SMK Pertiwi Cilimus jurusan DKV itu bikin saya sadar bahwa desain itu berat, tapi kebersamaannya bikin semuanya jadi ringan. Bangga jadi anak DKV, meskipun lingkar mata ikut jadi bagian dari karya seni!”